Pages

Saturday, March 16, 2013

Aku bukannya tidak ingin menangis

" Aku selalu ingin berbahagia bersamamu, tapi jika itu sulit terjadi, aku menghargai keputusanmu. Aku akan tetap mencari jalan untuk berbahagia, meskipun tanpamu "

Rangkaian bunga.

Rangkaian bunga selalu mengingatkanku tentang pernikahan. Ada yang berbahagia dan ada yang turut berbahagia.

Kali ini aku merasa sangat beruntung karena menjadi orang yang turut berbahagia, dan dia yang lebih beruntung menjadi orang yang berbahagia.

Orang yang aku kasihi telah menemukan pasangan hidupnya. Iya.. Dia menikah. 9 Maret 2013.

9 April 2011. Aku bertemu dia. Entah mulai kapan rasa cinta itu muncul, tapi rasanya sampai sekarang masih sama, dengan porsi yang sama.

Selama bersama dia, aku memahami arti mencintai dengan tulus. Aku mencintainya saja. Begitu saja.

Sepenggal kisah, saat perjalanan ke bandara Abdul Rahman Saleh, Malang. Terjadi percakapan aku dan dia.

A : Kamu akhir-akhir ini berubah
D : Berubah apa? Sama aja.. Jangan lebay
A : Aku baca sms-an kamu sama perempuan, dia siapa
D : Bukan siapa-siapa
A : Jujur aja, aku lebih milih tau dari kamu sendiri
D : Aku udah nemu calon istri
A : Dia?
D : Iya
A : Siapa dia?
D : Dikenalin sodara, perempuan baik-baik, masih di pondok pesantren, 6 tahun lebih mudah
A : Kenapa kamu pilih dia?
D : Dia cantik, belum pernah pacaran, ilmu agamanya baik, dia cocok jadi istriku
A : lalu aku gimana?
D : Biasa aja
A : Biasa aja gimana?
D : Temenan biasa
A : ohh.. okeh.. aku gpp.. Sejujurnya aku selalu ingin berbahagia bersamamu, tapi jika itu sulit terjadi, aku menghargai keputusanmu. Aku akan tetap mencari jalan untuk berbahagia, meskipun tanpamu

Hari itu Jakarta menyambutku dengan teriknya yang menyengat. Aku suka terik hari itu, membuat air mata ku cepat mengering.

9 Maret 2013.Aku bukannya tidak ingin menangis. Sejak hari itu entah sudah berapa malam yang aku habiskan untuk menangis. Aku menangis, memohon kepada Tuhan, kali ini jangan pedulikan hatiku. Aku hanya tidak mau karma itu datang menghampirinya. Aku mengasihinya, aku ingin melihatnya berbahagia. Aku baik-baik saja. Aku masih punya kekuatan untuk menata kembali puing-puing hatiku. Aku bahagia untuknya.

Jangan sebut aku bodoh, aku hanya mengasihi dengan hati yang tulus.





No comments:

Post a Comment